Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta agar aktivitas tambang di wilayah Bogor Barat, khususnya Parung Panjang, kembali dibuka. Permintaan itu disampaikan menyusul aksi ribuan warga dan pekerja tambang yang mengaku terdampak secara ekonomi akibat penutupan operasional tambang.
Namun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan belum akan membuka kembali izin tambang tersebut. Ia menyebut keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang selama ini terdampak aktivitas truk tambang menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.
Menurut Dedi, persoalan tambang di kawasan Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang bukan hanya menyangkut ekonomi pekerja, tetapi juga dampak sosial yang sudah lama dirasakan warga. Ia menyoroti kemacetan, polusi, hingga kecelakaan akibat lalu lalang kendaraan tambang di jalur Parung Panjang.
“Kalau tambang dibuka sekarang, jalannya mau lewat mana? Pasti lewat Parung Panjang lagi,” kata Dedi saat memberikan keterangan di Bandung. Ia menegaskan pemerintah harus mengambil keputusan berdasarkan sistem dan kajian, bukan tekanan dari kelompok tertentu.
Dedi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor beberapa kali meminta pertemuan khusus dengan pengusaha tambang. Namun, ia memilih belum memenuhi permintaan tersebut demi menjaga integritas dalam pengambilan keputusan.
Selain itu, Pemprov Jawa Barat mengklaim telah menyiapkan solusi bagi pekerja tambang yang terdampak penutupan. Salah satunya dengan menawarkan alih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah Dinas Pekerjaan Umum Jawa Barat lengkap dengan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Sebelumnya, ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, dan Parung Panjang menggelar aksi di Kabupaten Bogor untuk meminta tambang kembali beroperasi. Mereka menilai penutupan tambang membuat banyak warga kehilangan mata pencaharian.










