Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang terjadi sejak April 2026 menjadi sorotan publik. Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa lonjakan harga tersebut merupakan konsekuensi dari mekanisme pasar global.
Bahlil menjelaskan, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak bisa dikendalikan sepenuhnya oleh pemerintah. Pasalnya, penetapan harga mengikuti pergerakan harga minyak dunia yang cenderung fluktuatif.
“Kalau harga minyak dunia naik, maka harga BBM non-subsidi juga akan menyesuaikan. Itu mekanisme pasar,” jelas Bahlil dalam keterangannya.
Selain faktor global, kondisi geopolitik internasional juga turut memengaruhi lonjakan harga energi. Ketegangan di berbagai wilayah penghasil minyak berdampak pada pasokan dan harga minyak mentah dunia, yang kemudian berimbas pada harga BBM di dalam negeri.
Data pemerintah menunjukkan, harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada di kisaran sekitar USD 76 per barel. Meski masih di bawah ambang USD 100 per barel, tren harga yang cenderung tinggi tetap mendorong penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Bahlil menegaskan bahwa pemerintah hanya dapat menjamin stabilitas harga untuk BBM subsidi. Sementara itu, BBM non-subsidi sepenuhnya mengikuti harga pasar agar tidak membebani keuangan negara.
Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan, sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kenaikan harga BBM non-subsidi ini pun berdampak pada berbagai sektor, terutama transportasi dan logistik. Meski demikian, pemerintah menyebut dampaknya terhadap inflasi masih relatif terkendali karena porsi konsumsi BBM non-subsidi tidak sebesar BBM subsidi.
Pemerintah juga membuka kemungkinan adanya penurunan harga di masa mendatang, jika harga minyak dunia kembali stabil atau mengalami penurunan. Untuk itu, masyarakat diminta tetap bijak dalam penggunaan energi di tengah kondisi global yang belum menentu.










