Tinggalkan Jeep, Dedi Mulyadi Pilih Kirab Budaya untuk Bawa Mahkota Binokasih

banner 468x60

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan terobosan dalam pelestarian budaya Sunda dengan mengarak Mahkota Binokasih keliling Jawa Barat melalui kirab budaya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang menggunakan kendaraan, kini prosesi dilakukan secara tradisional sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur.

Kirab budaya tersebut merupakan rangkaian kegiatan “Milangkala Tatar Sunda” bertajuk Napak Tilas Padjadjaran yang dimulai dari Kabupaten Sumedang pada awal Mei 2026. Mahkota Binokasih—simbol kebesaran budaya Sunda—dibawa menggunakan kereta kencana dan diiringi berbagai pertunjukan seni tradisional.

Dalam prosesi tersebut, Dedi Mulyadi bahkan turut memimpin iring-iringan, termasuk menunggang kuda di barisan depan, menegaskan nuansa kultural yang kental dalam kegiatan ini. Kirab juga melibatkan puluhan kesenian daerah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat yang tampil di sepanjang rute perjalanan.

Dedi Mulyadi menjelaskan, perubahan konsep ini sengaja dilakukan agar kirab tidak lagi sekadar seremoni, melainkan menjadi peristiwa budaya yang sarat makna. Jika sebelumnya Mahkota Binokasih kerap diarak menggunakan mobil Jeep, kini prosesi dikembalikan ke akar tradisi dengan pendekatan kebudayaan.

Kirab Mahkota Binokasih dijadwalkan melintasi sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Sumedang, Ciamis, Tasikmalaya, Cianjur, Bogor, hingga Cirebon, sebelum mencapai puncak acara di Kota Bandung.

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan. Selama perjalanan kirab, gubernur turut melakukan peninjauan langsung kondisi infrastruktur dan lingkungan di wilayah yang dilalui.

Kirab budaya Mahkota Binokasih pun mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini dinilai mampu memperkuat identitas budaya Sunda sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku seni dan UMKM di setiap daerah.

Dengan konsep baru ini, Dedi Mulyadi berharap tradisi kirab budaya dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memperkuat budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat Jawa Barat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *