Suasana liburan di kawasan Curug Cisadane, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, berubah menjadi duka setelah tiga wisatawan terseret arus sungai yang tiba-tiba membesar. Peristiwa tragis ini terjadi pada awal Mei 2026 saat para korban tengah berfoto di sekitar aliran air terjun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika rombongan wisatawan sedang menikmati momen dan berswafoto di lokasi. Namun, tanpa peringatan, debit air mendadak meningkat akibat aliran dari hulu, sehingga arus sungai menjadi sangat deras dan berbahaya.
Akibat derasnya arus tersebut, tiga orang wisatawan terseret aliran sungai. Dua korban berhasil diselamatkan berkat pertolongan cepat warga dan pengunjung lain di sekitar lokasi. Sementara satu korban lainnya sempat hilang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolsek Cijeruk, Kompol Uba Subrata, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa korban yang meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh peningkatan debit air secara tiba-tiba akibat hujan deras di wilayah hulu. Kondisi tersebut membuat para wisatawan tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri saat arus mendadak menjadi ganas.
Curug Cisadane sendiri dikenal sebagai destinasi wisata alam dengan medan cukup ekstrem di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati jalur panjang dengan sejumlah aliran sungai, sehingga risiko meningkat saat cuaca tidak menentu.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi wisatawan dan pengelola untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat beraktivitas di kawasan wisata alam yang rawan perubahan cuaca dan debit air secara tiba-tiba.










