Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akhirnya buka suara terkait polemik viral pengadaan sepatu untuk siswa program Sekolah Rakyat yang disebut mencapai Rp700 ribu per pasang. Isu tersebut ramai diperbincangkan publik setelah beredar foto Gus Ipul bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan sepatu kepada siswa.
Dalam klarifikasinya, Gus Ipul menegaskan bahwa sepatu yang terlihat dalam foto viral tersebut bukan bagian dari pengadaan resmi Kementerian Sosial. Menurutnya, sepatu itu merupakan bantuan pribadi dari Khofifah untuk sejumlah siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur.
Ia menyebut informasi yang mengaitkan sepatu pada foto tersebut dengan anggaran pengadaan Kemensos sebagai narasi yang menyesatkan. Gus Ipul bahkan menyebut isu mark up harga sepatu itu sebagai “fitnah” dan “hoaks”.
Polemik muncul setelah diketahui total anggaran pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat mencapai sekitar Rp27,5 miliar untuk 39.345 pasang sepatu, sehingga rata-rata nilainya mencapai sekitar Rp700 ribu per siswa. Namun, Gus Ipul menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan pagu anggaran atau batas maksimal pengadaan, bukan harga final pembelian.
Ia juga menjelaskan bahwa paket perlengkapan siswa tidak hanya terdiri dari satu jenis sepatu. Dalam pengadaan tersebut, siswa disebut akan mendapatkan beberapa jenis sepatu berbeda, mulai dari sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL), Pakaian Dinas Harian (PDH), sepatu olahraga, hingga sepatu santai atau harian untuk kebutuhan di asrama. Seluruh paket juga sudah termasuk kaus kaki.
Sementara itu, sepatu yang muncul dalam foto viral diketahui memiliki harga sekitar Rp169 ribu dan bukan bagian dari proyek pemerintah. Produsen sepatu tersebut juga telah memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak terlibat dalam pengadaan resmi Kemensos.
Meski demikian, Gus Ipul mengaku tetap menghargai perhatian masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat. Ia menilai kritik dan pengawasan publik penting agar seluruh proses pengadaan berjalan transparan dan sesuai aturan.










