Viral Siswi SMKN 2 Garut Menangis Usai Razia Rambut, Dedi Mulyadi Langsung Turun Tangan

banner 468x60

Kasus razia rambut yang menimpa belasan siswi SMKN 2 Garut menjadi sorotan publik setelah video para siswi menangis viral di media sosial. Dalam video tersebut, sejumlah siswi terlihat kecewa usai rambut mereka dipotong oleh guru Bimbingan Konseling (BK) di lingkungan sekolah.

Peristiwa itu disebut terjadi setelah pihak sekolah melakukan razia terhadap siswa yang dianggap melanggar aturan, salah satunya karena rambut dicat atau berwarna. Sebanyak 18 siswi disebut menjadi korban pemotongan rambut tersebut.

Kasus ini kemudian mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM itu mengaku telah bertemu dengan para siswi dan orang tua mereka untuk mendengar langsung kronologi kejadian.

Sebagai bentuk penanganan, Dedi Mulyadi memfasilitasi para siswi untuk pergi ke salon guna merapikan kembali rambut mereka yang dipotong secara tidak beraturan. Ia menyebut seluruh siswi yang terdampak sudah mendapat pendampingan.

“Anak-anaknya sudah merapikan rambut di salon dan kemarin sudah saya kirim mereka ke salon untuk merapikan rambut semuanya. Jumlah semuanya 18 orang,” ujar Dedi Mulyadi.

Menurut keterangan pihak sekolah, tindakan razia dilakukan sebagai bentuk pendisiplinan setelah adanya laporan dari wali kelas dan masyarakat terkait warna rambut siswa. Namun, kebijakan tersebut menuai kritik karena dinilai dilakukan secara berlebihan dan membuat para siswi merasa malu hingga terpukul secara psikologis.

Selain membawa para siswi ke salon, pemerintah daerah juga disebut memberikan pendampingan psikologis melalui layanan perlindungan perempuan dan anak untuk memastikan kondisi mental para siswa tetap terjaga pasca kejadian viral tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *