Aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan ratusan siswa SD dan SMP di Kota Batam, Kepulauan Riau, menuai perhatian publik. Sejumlah orang tua mengaku terkejut setelah mengetahui anak-anak mereka ikut dalam kegiatan yang belakangan disebut sebagai aksi dukungan terhadap program pemerintah tersebut.
Berdasarkan berbagai laporan, para siswa mengikuti kegiatan yang digelar pada 21 Juni 2026. Sejumlah peserta mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena diajak pihak sekolah. Beberapa orang tua bahkan mengira kegiatan itu merupakan pawai atau kegiatan sekolah biasa, sehingga tidak menyangka anak mereka turut berada dalam aksi yang kemudian menjadi sorotan nasional.
Aksi tersebut berlangsung di tengah perdebatan publik mengenai keberlanjutan dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis. Ribuan peserta yang terdiri dari pelajar, guru, relawan, pekerja dapur, dan orang tua disebut ikut menyampaikan dukungan terhadap program tersebut.
Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut memicu beragam tanggapan. Sejumlah pihak menilai anak memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, namun pelibatan pelajar dalam kegiatan yang berkaitan dengan dukungan terhadap kebijakan publik harus memperhatikan prinsip perlindungan anak dan memastikan partisipasi dilakukan secara sukarela serta sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.
Sorotan juga datang dari kalangan legislatif. Komisi X DPR RI mengimbau agar aksi dukungan maupun demonstrasi terkait program MBG tidak melibatkan siswa sekolah, sehingga proses pendidikan dan perlindungan anak tetap menjadi prioritas utama.
Hingga kini, polemik mengenai keterlibatan pelajar dalam aksi dukungan MBG masih menjadi perbincangan publik. Berbagai pihak mendorong agar setiap kegiatan yang melibatkan anak-anak dilakukan secara transparan serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi peserta didik.










