Saksi Ungkap Kronologi Temuan 995 Senjata Api di Sekolah Swasta Jaksel, Berawal dari Ruangan yang Lama Terkunci

banner 468x60

Penemuan ratusan senjata api dan perlengkapan terkait senjata di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bermula dari upaya pihak sekolah membuka ruangan yang selama ini tidak digunakan untuk kepentingan operasional pendidikan. Temuan tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu kasus yang menyita perhatian publik karena jumlah barang yang ditemukan mencapai 995 pucuk senjata.

Salah satu saksi sekaligus perwakilan pihak sekolah, Untung Sangaji, menjelaskan bahwa awalnya mereka hendak memanfaatkan sebuah ruangan untuk kebutuhan kegiatan belajar mengajar dan operasional guru. Namun saat ruangan dibuka, ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan senjata api dan airsoft gun.

Penelusuran kemudian berlanjut ke beberapa ruangan lain yang sebelumnya jarang diakses. Dari lokasi tersebut ditemukan berbagai jenis senjata, amunisi, magazen, aksesori senjata, hingga alat yang diduga digunakan untuk membuat peluru. Selain itu, ditemukan pula barang yang diduga narkotika serta VCD bermuatan pornografi.

Menurut keterangan kuasa hukum sekolah, sebagian barang ditemukan di ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan ketua yayasan berinisial IWD. Pihak sekolah mengaku terkejut karena sejumlah barang tersebut berada di lingkungan pendidikan yang menaungi jenjang TK hingga SMA.

Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya laporan terkait temuan tersebut. Polisi menerima informasi dari masyarakat pada pertengahan Juli 2026 dan telah membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal sebelum penyelidikan lebih lanjut dilakukan.

Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan status seluruh barang yang ditemukan, termasuk membedakan mana yang merupakan senjata api, airsoft gun, maupun perlengkapan lainnya. Polisi juga terus mengumpulkan dokumen dan keterangan saksi guna mengungkap asal-usul serta kepemilikan barang-barang tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan karena selain jumlah temuan yang sangat besar, lokasi penyimpanannya berada di lingkungan sekolah yang seharusnya digunakan sebagai tempat pendidikan dan pembinaan generasi muda. Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik temuan tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *