Dedi Mulyadi Buka Suara soal Video Blusukan Disebut Settingan, Tantang Publik Cek Fakta Langsung ke Warga

banner 468x60

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang menyebut sejumlah video blusukannya merupakan hasil rekayasa atau settingan demi kebutuhan konten media sosial. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah beredar video di balik layar (behind the scene) yang memicu perdebatan di kalangan warganet.

Dedi menegaskan bahwa pertemuannya dengan warga yang terekam dalam berbagai kegiatan blusukan berlangsung secara alami dan bukan skenario yang telah diatur sebelumnya. Menurutnya, masyarakat yang meragukan keaslian video tersebut dipersilakan untuk memeriksa langsung fakta di lapangan dan bertanya kepada warga yang pernah ditemuinya.

Ia menyebut tudingan bahwa interaksinya dengan warga telah direkayasa dapat dibantah dengan cara sederhana, yakni meminta keterangan langsung dari pihak yang terlibat dalam video tersebut. Dedi menilai masyarakat dapat menilai sendiri apakah pertemuan-pertemuan yang terjadi selama blusukan merupakan hasil settingan atau kejadian nyata.

Kontroversi bermula setelah beredarnya rekaman di balik layar aktivitas blusukan yang kemudian ditafsirkan sebagian pengguna media sosial sebagai bukti adanya pengaturan adegan sebelum proses pengambilan gambar. Narasi tersebut berkembang luas dan memunculkan berbagai komentar pro maupun kontra di media sosial.

Menanggapi polemik tersebut, Dedi menegaskan bahwa aktivitas blusukan yang selama ini dilakukan merupakan bagian dari upayanya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia juga menyoroti bahwa tidak semua video yang diunggah mendapatkan perhatian besar dari publik, sehingga menurutnya tudingan bahwa seluruh kegiatan dilakukan demi mengejar popularitas tidak berdasar.

Perdebatan mengenai keaslian konten blusukan itu masih berlangsung di media sosial. Namun hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa pertemuan-pertemuan yang dipersoalkan tersebut merupakan rekayasa. Dedi pun kembali mengajak masyarakat untuk melakukan verifikasi langsung dan tidak hanya mengandalkan asumsi yang berkembang di dunia maya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *