Dedi Mulyadi Respons Sindiran Soal IPM Jabar Belum Masuk 10 Besar: Perlu Waktu untuk Mengejar Ketertinggalan

banner 468x60

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi sorotan terkait posisi Jawa Barat yang hingga kini belum masuk dalam 10 besar provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut bukan persoalan baru, melainkan tantangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Dedi menjelaskan bahwa IPM menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kualitas hidup masyarakat karena mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Ia mengakui Jawa Barat memang belum mampu menembus jajaran 10 besar nasional dalam indikator tersebut.

Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa terdapat perkembangan positif. Berdasarkan data yang ia sampaikan, pertumbuhan IPM Jawa Barat tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional dalam periode terakhir, dengan kenaikan mendekati satu poin. Namun, peningkatan tersebut belum cukup untuk langsung mengangkat posisi Jawa Barat ke kelompok 10 besar.

“Jawa Barat memang belum masuk 10 besar selama puluhan tahun. Tetapi pertumbuhan kualitas hidupnya saat ini menjadi yang tertinggi secara nasional. Untuk bisa masuk 10 besar, kami perlu waktu,” ujar Dedi.

Ia menilai besarnya jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai sekitar 55 juta jiwa menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan pemerataan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, menurutnya, perbaikan kualitas hidup tidak dapat dilakukan secara instan dan membutuhkan kebijakan yang berkelanjutan.

Berdasarkan data IPM terbaru yang disampaikan Dedi, Jawa Barat berada di peringkat ke-15 nasional dengan nilai 75,90. Sementara itu, DKI Jakarta masih menempati posisi teratas, disusul DI Yogyakarta dan Kepulauan Riau.

Dedi menyatakan kritik yang datang akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat di berbagai sektor.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *