Dedi Mulyadi Minta Maaf di Pidato HUT RI ke-81, Akui Kesejahteraan Warga Jabar Belum Merata

banner 468x60

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat saat menyampaikan pidato dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat. Dalam pidatonya, Dedi mengakui bahwa pemerintah masih belum mampu mewujudkan kesejahteraan secara merata bagi seluruh warga Jawa Barat.

Dedi menyoroti masih adanya berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, masih terdapat anak-anak yang tidak dapat melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya, termasuk untuk kebutuhan dasar seperti seragam sekolah. Selain itu, masih ada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan akibat kendala administrasi maupun kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat,” ujar Dedi dalam amanatnya. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal biasa dan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh penyelenggara pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga mengajak seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat RT, RW, desa, kecamatan hingga kabupaten dan kota, untuk membuka ruang pelayanan dan pengaduan yang lebih mudah diakses masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan apabila pemerintah hadir secara aktif dan bekerja secara kolektif.

Momentum peringatan kemerdekaan, kata Dedi, harus menjadi pengingat bahwa tugas pemerintah tidak hanya menjaga hasil perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga memastikan seluruh rakyat merasakan manfaat pembangunan. Ia berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang lebih baik, pendidikan yang mudah diakses, serta layanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *