JAKARTA – Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menyampaikan berbagai kekhawatiran terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto usai menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang menyoroti isu ekonomi, tata kelola pemerintahan, proyek strategis nasional, ruang sipil, hingga pemberantasan korupsi.
Perwakilan mahasiswa menilai kondisi demokrasi dan kebebasan berpendapat perlu terus dijaga agar tidak mengalami kemunduran. Mereka juga mengaku khawatir terhadap berbagai kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan masyarakat, terutama terkait harga kebutuhan pokok, kesejahteraan rakyat, serta transparansi dalam pengambilan keputusan pemerintah.
Dalam demonstrasi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI membawa delapan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah. Mahasiswa meminta pemerintah lebih serius dalam menangani persoalan ekonomi, memperkuat pemberantasan korupsi, menjaga ruang demokrasi, serta memastikan kebijakan publik dijalankan secara akuntabel dan berpihak kepada masyarakat.
Meski menyampaikan kritik, mahasiswa menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bagian dari hak demokratis warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Mereka berharap pemerintah dapat membuka ruang dialog yang lebih luas dan merespons berbagai masukan dari kalangan akademisi maupun masyarakat sipil secara konstruktif.
Aksi mahasiswa UI ini menjadi salah satu rangkaian penyampaian aspirasi publik yang berlangsung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mahasiswa berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pemerintahan yang transparan, demokratis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.










