Seorang pengamat politik menantang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengumumkan sayembara penangkapan koruptor dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tantangan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi yang dinilai masih menjadi persoalan serius di Indonesia.
Menurut pengamat tersebut, langkah sayembara dapat menjadi simbol keberpihakan pemerintah daerah terhadap gerakan antikorupsi sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran publik. Ia menilai Dedi Mulyadi memiliki pengaruh yang cukup besar di tengah masyarakat sehingga gagasan tersebut berpotensi menarik perhatian publik.
Dalam pernyataannya, pengamat itu menyebut dirinya siap menantang Dedi Mulyadi untuk mengambil langkah yang lebih berani dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas. Menurutnya, komitmen pemberantasan korupsi tidak hanya cukup disampaikan melalui pernyataan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui program yang dapat melibatkan masyarakat secara langsung.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Dedi Mulyadi terkait usulan maupun tantangan tersebut. Namun, wacana itu telah menjadi perbincangan publik dan memunculkan berbagai tanggapan mengenai efektivitas sayembara sebagai salah satu cara mendorong pengungkapan kasus korupsi.










