Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Barat dipusatkan di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung.
Menurut Dedi Mulyadi, keputusan tersebut berawal dari pengamatannya saat mengikuti upacara HUT RI di Lapangan Gasibu pada tahun sebelumnya. Ia menilai Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat belum menjadi bagian utama dari pelaksanaan upacara karena terkesan terpisah dari Lapangan Gasibu.
Dedi kemudian menggagas penataan ulang kawasan Gedung Sate dan Gasibu agar keduanya menjadi satu kesatuan ruang publik sekaligus pusat kegiatan kenegaraan di Jawa Barat. Dengan penataan tersebut, upacara kemerdekaan diharapkan dapat berpusat di halaman Gedung Sate tanpa menghilangkan fungsi Lapangan Gasibu yang berada di depannya.
“Karena saya lihat terpisah banget antara Gasibu dengan Gedung Sate. Kemudian Gedung Sate tidak menjadi sentral upacara,” ujar Dedi saat menjelaskan alasan penataan kawasan tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini terus mengebut penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Halaman Gedung Sate ditata agar lebih terbuka dan terhubung dengan kawasan Gasibu sehingga dapat menampung kegiatan masyarakat maupun acara kenegaraan.
Upacara HUT ke-81 RI tahun 2026 menjadi momentum pertama kalinya kawasan Gedung Sate digunakan sebagai pusat pelaksanaan upacara kemerdekaan tingkat Provinsi Jawa Barat. Pemerintah berharap konsep baru tersebut dapat menghadirkan suasana yang lebih representatif sekaligus memperkuat posisi Gedung Sate sebagai ikon pemerintahan dan sejarah Jawa Barat.










