BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, tengah mendorong pengembangan transportasi umum berbasis kendaraan listrik di Jawa Barat. Program ini tidak hanya ditujukan untuk memodernisasi angkutan umum, tetapi juga memperhatikan nasib para sopir angkot yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor transportasi konvensional.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Dedi Mulyadi dan Ilham Habibie di Gedung Pakuan, Bandung, pada Selasa (3/11/2026). Pertemuan itu menjadi tindak lanjut dari pembahasan kerja sama pengembangan transportasi publik yang sebelumnya dilakukan dalam konferensi insinyur se-Asia Tenggara (CAFEO) ke-44.
Dalam pembahasan tersebut, Ilham Habibie menyampaikan bahwa pengembangan transportasi umum di Jawa Barat memiliki peluang besar untuk mendorong industri kendaraan listrik lokal.
Menurut Ilham, kendaraan listrik untuk angkutan umum nantinya dapat diproduksi dengan melibatkan industri karoseri dalam negeri. Desain kendaraan juga diharapkan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.
Dengan demikian, pengembangan transportasi listrik tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan perekonomian daerah.
Ilham juga mendorong keterlibatan institusi pendidikan, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), untuk mendukung riset awal serta pengembangan desain teknis kendaraan.
Nasib Sopir Angkot Jadi Perhatian
Di tengah rencana modernisasi transportasi tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa peremajaan angkot tidak boleh menghilangkan mata pencaharian para pengemudi.
Ia menyiapkan skema agar sebagian sopir angkot nantinya dapat melanjutkan pekerjaan dengan mengoperasikan armada baru sekaligus memiliki bagian kepemilikan kendaraan.
Sementara itu, sebagian pengemudi lainnya direncanakan dapat dialihkan menjadi tenaga kebersihan di lingkungan pemerintah provinsi maupun pemerintah kota.
Skema tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memastikan perubahan sistem transportasi tidak membuat para pekerja lama kehilangan sumber penghasilan.
Dedi ingin para sopir yang selama ini bekerja dengan sistem setoran memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan melalui kepemilikan kendaraan.
Angkot Listrik Diharapkan Lebih Ramah Lingkungan
Selain memperhatikan kesejahteraan pengemudi, pengembangan angkot listrik juga diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas transportasi publik.
Kendaraan yang direncanakan akan menggunakan standar teknis yang lebih seragam, sementara desainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Penggunaan kendaraan listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mendukung upaya menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Meski demikian, rencana tersebut masih membutuhkan kajian teknis, perencanaan pembiayaan, serta persiapan industri dan infrastruktur pendukung sebelum dapat diterapkan secara luas.
Menunggu Realisasi Program
Kolaborasi antara Dedi Mulyadi dan Ilham Habibie menjadi salah satu langkah untuk membenahi sistem transportasi umum di Jawa Barat.
Namun, keberhasilan program ini nantinya tidak hanya diukur dari banyaknya kendaraan listrik yang beroperasi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan para sopir angkot tetap mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak.
Masyarakat pun masih menantikan bagaimana skema kepemilikan kendaraan, pembiayaan, serta mekanisme pengalihan pekerjaan bagi sopir angkot akan direalisasikan.
Jika berjalan sesuai rencana, modernisasi transportasi di Jawa Barat diharapkan mampu menghadirkan angkutan umum yang lebih nyaman, ramah lingkungan, sekaligus memberikan kesempatan ekonomi yang lebih baik bagi para pengemudinya.










