dr. Tirta Sentil Rencana Kopdes Jadi Klinik, Sindir Pemerintah: “Kowe Mumet To?”

banner 468x60

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, melontarkan sindiran terhadap rencana pemerintah menjadikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai salah satu tempat pelayanan kesehatan berupa klinik pratama.

Sindiran tersebut muncul setelah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa klinik dan apotek akan menjadi salah satu unit usaha dalam Kopdes Merah Putih.

Melalui video yang diunggahnya di media sosial, dr. Tirta mempertanyakan alasan pemerintah baru memikirkan pemanfaatan gedung Kopdes sebagai fasilitas kesehatan setelah program pembangunan berjalan.

Ia bahkan melontarkan sindiran menggunakan bahasa Jawa.

“Nah, ini artinya mencerminkan bahwa sebenarnya kowe mumet to, kan, njenengan-njenengan semua tuh pusing kan, ini Kopdes diapain? Makanya nganti tercetuslah klinik pratama, yo ra?” ujar dr. Tirta dalam video yang dikutip pada Sabtu (31/10/2026).

Meski melontarkan kritik, dr. Tirta mengakui bahwa penambahan fasilitas kesehatan di Indonesia merupakan langkah yang memiliki tujuan baik.

Namun, menurutnya, pemerataan fasilitas kesehatan seharusnya sudah menjadi bagian dari perencanaan sejak awal.

Ia menilai pemerintah seharusnya dapat memprioritaskan pengembangan puskesmas, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih merata.

“Jujur, niatnya sih bagus, ya, karena akan memperbanyak fasilitas kesehatan di Indonesia. Cuma, ya kalau kayak gitu caranya kenapa enggak dari awal saja?” kata dr. Tirta.

Ia juga mengusulkan agar fasilitas kesehatan di daerah yang masih kekurangan layanan medis lebih dahulu diperkuat.

“Dari awal saja sebelum ada program Kopdes, mari kita kembangkan puskesmas dari daerah 3T supaya merata di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Selain mengkritik perencanaan program, dr. Tirta turut memberikan sejumlah alternatif pemanfaatan gedung Kopdes Merah Putih apabila nantinya tidak digunakan sesuai peruntukan awal.

Beberapa usulan yang disampaikannya antara lain menjadikan gedung tersebut sebagai tempat latihan kalistenik, lapangan badminton, lapangan voli, hingga lokasi latihan strength training.

Pemerintah Siapkan Klinik dan Apotek Kopdes

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa klinik dan apotek merupakan salah satu unit bisnis yang tengah disiapkan dalam pengembangan Kopdes Merah Putih.

Menurut Budi, pemerintah telah melakukan sejumlah proyek percontohan atau pilot project untuk melihat model bisnis yang memungkinkan klinik tersebut beroperasi.

Ia juga menjelaskan bahwa klinik Kopdes dirancang menggunakan model bisnis seperti klinik swasta, berbeda dengan puskesmas yang memberikan pelayanan berdasarkan skema fasilitas kesehatan pemerintah.

Klinik tersebut nantinya berpeluang melayani peserta BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), selama memenuhi persyaratan yang berlaku.

BPJS Kesehatan menegaskan bahwa klinik Kopdes tidak otomatis bisa langsung menjadi mitra. Fasilitas tersebut harus terlebih dahulu memenuhi persyaratan perizinan, fasilitas, sarana prasarana, serta ketersediaan tenaga medis dan melalui proses kredensialing. JawaPos.com+1

Dengan adanya rencana tersebut, perdebatan mengenai arah pengembangan Kopdes Merah Putih kembali menjadi perhatian publik. Kritik dr. Tirta terutama menyoroti pentingnya perencanaan yang matang agar program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemerataan pelayanan kesehatan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *