JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada masing-masing perwakilan keluarga lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten.
Penyerahan bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Rabu (28/10/2026). Dewan Pers turut memberikan dukungan kepada keluarga para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyampaikan apresiasi atas perhatian Dedi Mulyadi kepada keluarga para jurnalis. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi situasi sulit akibat musibah yang terjadi saat para jurnalis menjalankan tugas peliputan.
Anggota Dewan Pers, Maha Eka Swasta, juga menyampaikan harapan agar keluarga para jurnalis diberikan kekuatan dan ketabahan.
Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak tersebut adalah Muhammad Bagus Khoirunnas dari LKBN ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis foto lepas.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (7/9/2026), ketika rombongan berangkat menggunakan kapal cepat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan.
Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lainnya dalam rombongan tersebut, yakni kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan pemandu. Dengan demikian, total terdapat delapan orang yang dilaporkan hilang kontak.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah melakukan operasi pencarian di perairan Selat Sunda. Namun, operasi SAR resmi dihentikan pada 17 September 2026 setelah berlangsung selama 10 hari, tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan seluruh korban di area penyisiran.
Meski operasi resmi telah dihentikan, pencarian dapat dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk baru atau informasi terkonfirmasi mengenai keberadaan rombongan tersebut.
Desi Purnama Sari, istri Muhammad Bagus Khoirunnas, menyampaikan terima kasih kepada Dewan Pers dan pemerintah atas dukungan yang terus diberikan kepada keluarga para jurnalis.
Ia berharap masyarakat tetap mendoakan agar kelima jurnalis beserta tiga awak kapal yang hilang kontak dapat ditemukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat mengenai risiko yang dihadapi jurnalis ketika menjalankan tugas di lapangan, terutama saat melakukan peliputan di kawasan yang memiliki potensi bahaya alam.
Sumber: ANTARA News, 29 Oktober 2026.










