Ahli Ungkap Penyebab Banjir Nepal Sangat Mematikan, Dipicu Runtuhan Gletser di Himalaya

banner 468x60

Banjir bandang yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, menjadi salah satu bencana paling mematikan yang terjadi di kawasan Himalaya dalam beberapa tahun terakhir. Para ahli menjelaskan bahwa tingginya jumlah korban bukan disebabkan oleh hujan biasa, melainkan oleh runtuhan gletser dan longsoran es-batuan dalam skala besar yang memicu gelombang banjir dahsyat.

Berdasarkan analisis awal para ilmuwan, bongkahan es dan batuan raksasa runtuh dari kawasan pegunungan Himalaya lalu menghantam aliran Sungai Lhende Khola. Peristiwa tersebut menciptakan aliran air, lumpur, batu, dan puing dengan kecepatan tinggi yang menyapu permukiman, jalan, jembatan, hingga fasilitas pembangkit listrik di Nepal dan Tibet.

Para pakar menyebut banjir ini sangat mematikan karena terjadi secara tiba-tiba tanpa banyak waktu bagi warga untuk melakukan evakuasi. Ketinggian muka air dilaporkan meningkat drastis hanya dalam hitungan menit, sementara lembah-lembah sempit di kawasan pegunungan mempercepat laju banjir dan memperbesar daya rusaknya.

Selain faktor geografis, perubahan iklim juga diduga berperan besar dalam memperparah risiko bencana. Suhu yang terus meningkat di kawasan Hindu Kush-Himalaya menyebabkan pencairan es lebih cepat, melemahkan struktur gletser, serta meningkatkan kemungkinan terjadinya longsoran es, banjir gletser, dan runtuhan batuan. Nepal sendiri dilaporkan telah kehilangan hampir sepertiga massa es glasiernya dalam tiga dekade terakhir.

Sejumlah ilmuwan menilai kawasan Himalaya kini memasuki fase yang lebih rentan terhadap bencana serupa. Ribuan gletser dan danau glasial yang tersebar di wilayah tersebut berpotensi menjadi sumber banjir bandang apabila terjadi keruntuhan es atau pelepasan air secara mendadak. Karena itu, para ahli mendorong peningkatan sistem pemantauan dan peringatan dini guna mengurangi risiko korban jiwa di masa mendatang.

Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan korban yang hilang. Otoritas setempat bersama tim internasional juga berupaya menilai dampak kerusakan infrastruktur dan potensi ancaman lanjutan di kawasan yang terdampak bencana.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *