SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi setelah mendapat sorotan dari warga Sukabumi terkait bantuan bagi korban bencana yang dinilai belum sepenuhnya diterima oleh masyarakat terdampak. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Dedi Mulyadi menanggapi langsung keluhan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada warga yang masih menunggu bantuan.
Keluhan itu muncul ketika seorang warga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap korban bencana di Sukabumi. Warga menilai masih ada masyarakat yang belum memperoleh bantuan maupun kepastian terkait proses pemulihan pascabencana yang terjadi sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi mengaku baru mengetahui adanya persoalan tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat. Ia kemudian berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak segera ditangani.
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila masih terdapat bantuan yang belum tersalurkan secara optimal. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, Dedi meminta pemerintah daerah untuk memastikan setiap warga terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai kebutuhan. Ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar tidak ada masyarakat yang terlewat dalam proses penyaluran bantuan maupun program rehabilitasi pascabencana.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi disebut terus melakukan langkah-langkah penanganan bagi warga terdampak, termasuk percepatan bantuan dan pemulihan fasilitas yang rusak akibat bencana.










