Karhutla di Enam Provinsi Masih Sulit Dipadamkan, BNPB Sebut Cuaca Kering dan Krisis Air Jadi Kendala

banner 468x60

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas masih menghadapi berbagai hambatan. Kondisi cuaca yang sangat kering, minimnya curah hujan, hingga berkurangnya ketersediaan sumber air membuat proses pemadaman menjadi semakin sulit.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa rendahnya kelembapan udara dan panjangnya periode tanpa hujan menyebabkan api lebih mudah menyebar ke area yang lebih luas. Kondisi tersebut juga menyulitkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) karena minimnya pertumbuhan awan yang dapat dimanfaatkan untuk penyemaian hujan.

Selain faktor cuaca, operasi pemadaman di lapangan juga terkendala akses menuju lokasi kebakaran dan semakin terbatasnya sumber air di sekitar titik api. Sejumlah sumber air permukaan dilaporkan mengalami penyusutan akibat musim kemarau sehingga petugas harus bekerja lebih keras untuk mendukung pemadaman darat maupun operasi water bombing.

BNPB menambahkan bahwa sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Karakteristik gambut membuat api dapat terus menyala di bawah permukaan tanah meskipun api di bagian atas terlihat padam. Karena itu, proses pendinginan membutuhkan volume air yang besar agar kebakaran tidak kembali muncul.

Kendala lain datang dari kabut asap yang mengurangi jarak pandang penerbangan. Situasi tersebut berdampak pada efektivitas operasi udara, termasuk patroli dan water bombing yang menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla di wilayah prioritas.

Sebelumnya, BNPB telah memperkuat operasi darat dan udara di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Dukungan berupa helikopter patroli, helikopter water bombing, serta pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca terus disiagakan sesuai kebutuhan di lapangan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah kebakaran meluas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *