Dampak Gempa M7,7 di NTT, Korban Meninggal Dunia Bertambah Menjadi 53 Orang

banner 468x60

JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu (16/8/2026), total korban jiwa mencapai 53 orang, sementara 135 orang lainnya mengalami luka-luka.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten terdampak. Berdasarkan data terbaru, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, disusul Manggarai Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, dan Manggarai Barat.

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada ratusan bangunan. BNPB mencatat sedikitnya 154 rumah mengalami kerusakan berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan. Pendataan masih terus dilakukan sehingga jumlah kerusakan diperkirakan dapat bertambah seiring masuknya laporan dari daerah terdampak.

Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026. Penetapan status tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan darurat, distribusi bantuan, serta koordinasi lintas instansi dalam upaya pemulihan wilayah terdampak.

Sementara itu, pemerintah pusat bersama BNPB, TNI, Polri, Basarnas, dan berbagai unsur relawan terus mengerahkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak gempa. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih dapat terjadi di wilayah Flores dan sekitarnya.

BNPB menegaskan bahwa data korban dan kerusakan masih bersifat dinamis dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan situasi di lapangan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *