SUKABUMI – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan bantuan sebesar Rp40 juta untuk setiap rumah warga yang terdampak bencana pergeseran tanah di Kabupaten Sukabumi. Bantuan tersebut akan diberikan setelah proses penyediaan lahan relokasi selesai dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Kebijakan itu disampaikan Dedi Mulyadi setelah menerima laporan mengenai kondisi warga Kampung Cijambe, RT 05/RW 07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, yang hingga kini masih menunggu kepastian pembangunan hunian tetap pascabencana pergeseran tanah.
Menurut Dedi, Pemkab Sukabumi sebelumnya telah memberikan bantuan uang kontrakan kepada warga terdampak. Namun, pembangunan hunian tetap belum dapat dilakukan karena masih menunggu ketersediaan lahan yang memiliki status hukum jelas dan aman untuk ditempati. Saat ini pemerintah daerah disebut tengah bernegosiasi dengan sejumlah pihak, termasuk perusahaan perkebunan, guna memperoleh lahan relokasi yang layak.
Selain itu, Pemkab Sukabumi juga telah mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung pembangunan rumah bagi warga terdampak. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai tindak lanjut bantuan tersebut.
Dedi menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta proses penyediaan lahan dipercepat agar relokasi warga tidak terus tertunda. Setelah lahan tersedia, Pemprov Jabar siap mengalokasikan bantuan pembangunan rumah sebesar Rp40 juta untuk setiap kepala keluarga yang terdampak.
Menariknya, rumah yang akan dibangun direncanakan menggunakan konsep rumah panggung. Desain tersebut dipilih sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan apabila terjadi pergerakan tanah di kemudian hari. Dedi menilai konstruksi rumah panggung lebih aman dibandingkan bangunan konvensional pada wilayah yang memiliki potensi pergeseran tanah.
Pemerintah berharap percepatan relokasi dan pembangunan hunian baru dapat memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga yang selama berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian pascabencana tersebut.










