Aparat kepolisian masih melakukan pengamanan ketat di gedung Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat, yang diduga menjadi markas besar judi online internasional. Lokasi tersebut disebut hanya berjarak beberapa kilometer dari kawasan Istana Negara.
Pantauan di lokasi menunjukkan personel Brimob bersenjata lengkap masih berjaga di sekitar gedung pasca penggerebekan yang dilakukan aparat gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Garis polisi juga masih terpasang di sejumlah area gedung.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga menjadi operator jaringan judi online internasional. Berdasarkan informasi yang disampaikan kepolisian, total ada 321 WNA yang diamankan. Mereka berasal dari sejumlah negara Asia seperti China, Vietnam, Thailand, Myanmar, Laos, Malaysia, hingga Kamboja.
Polisi menyebut para operator menjalankan aktivitas dari dua lantai gedung perkantoran yang dijadikan pusat operasional. Di lokasi, aparat menemukan berbagai barang bukti berupa komputer, laptop, telepon genggam, server, paspor, hingga puluhan domain dan situs judi online yang diduga digunakan untuk menjalankan bisnis ilegal tersebut.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Wira Satya Triputra, mengatakan para pelaku ditangkap saat sedang melakukan aktivitas operasional judi online. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain, termasuk pencucian uang dan pelanggaran keimigrasian.
Pengungkapan kasus ini disebut menjadi salah satu operasi besar dalam pemberantasan judi online lintas negara. Polisi menduga jaringan tersebut merupakan bagian dari sindikat internasional yang sebelumnya beroperasi di beberapa negara Asia Tenggara sebelum bergeser ke Indonesia.










