Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, mengimbau generasi muda agar tidak memaksakan diri menggelar pesta pernikahan mewah jika kondisi ekonomi belum memungkinkan.
Imbauan tersebut disampaikan KDM dalam beberapa kesempatan di Jawa Barat pada pertengahan April 2026. Ia menekankan bahwa esensi pernikahan bukan pada kemewahan acara, melainkan pada kesiapan membangun kehidupan setelah menikah.
Menurut KDM, pasangan muda sebaiknya mempertimbangkan untuk melangsungkan akad nikah secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA), tanpa harus menggelar resepsi besar yang membutuhkan biaya tinggi.
“Lebih baik uang untuk pesta perkawinan dipakai membeli rumah daripada hanya menjadi ‘raja semalam’ lalu kesulitan setelahnya,” ujar KDM.
Ia bahkan berencana mengeluarkan surat edaran yang mendorong masyarakat, khususnya generasi Z, agar tidak memaksakan pesta jika belum memiliki kemampuan finansial yang cukup.
Prioritaskan Masa Depan, Bukan Gengsi
KDM menilai kebiasaan menggelar pesta pernikahan besar kerap menjadi beban, bahkan tidak jarang membuat pasangan harus berutang. Ia mengingatkan agar generasi muda lebih bijak dalam mengelola keuangan, terutama di awal kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, dana yang seharusnya digunakan untuk pesta bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting, seperti uang muka rumah atau modal usaha.
Ia juga menegaskan bahwa pernikahan sederhana tidak mengurangi makna sakral dari sebuah pernikahan. Justru, langkah tersebut dinilai lebih realistis dan membantu pasangan memulai kehidupan dengan kondisi finansial yang lebih sehat.
Dorong Akses Hunian Terjangkau
Sejalan dengan imbauan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus mendorong program kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk rumah subsidi, program bedah rumah, hingga rencana pembangunan apartemen terjangkau di sejumlah wilayah.
KDM berharap, dengan perubahan pola pikir ini, generasi muda dapat lebih fokus pada kestabilan ekonomi jangka panjang dibanding sekadar gengsi sesaat saat pernikahan.










