Dugaan Kekerasan dan Pelecehan Wabup Sumedang Viral, Dedi Mulyadi Siap Turun Langsung

banner 468x60

SUMEDANG — Polemik dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, masih menjadi perhatian publik. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan turun langsung ke Sumedang untuk menggali informasi dari pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.

Kasus ini sebelumnya ramai diperbincangkan setelah muncul dugaan adanya kekerasan, penganiayaan hingga pelecehan seksual yang disebut melibatkan Wakil Bupati Sumedang dan sekretaris pribadinya. Namun, hingga kini dugaan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang terbukti.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya telah meminta Inspektorat Jabar melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan informasi secara objektif. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian disampaikan Dedi Mulyadi pada Jumat (11/9/2026).

Menurut Dedi, pemeriksaan Inspektorat belum menghasilkan temuan yang dapat diumumkan kepada publik. Ia mengatakan, pihak-pihak yang diperiksa justru membantah adanya peristiwa sebagaimana isu yang beredar.

“Semua pihak yang diperiksa oleh Inspektorat tidak ada satu pun yang mengakui peristiwa itu ada. Semua membantah mengatakan tidak ada peristiwa itu,” kata Dedi, dikutip dari laporan detikJabar dan Pikiran Rakyat.

Meski demikian, Dedi menilai polemik tersebut masih menimbulkan perhatian luas di tengah masyarakat. Karena itu, ia berencana datang langsung ke Pemda Sumedang untuk meminta keterangan dari sejumlah pihak.

Dedi menyebut dirinya akan menemui Bupati Sumedang, Wakil Bupati Sumedang, istri Wakil Bupati, serta sekretaris pribadi yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Pertemuan itu akan dilakukan secara langsung dengan pendekatan dialog personal.

“Saya nanti akan segera bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati, serta keluarganya untuk bicara dari hati ke hati,” ujar Dedi.

Dedi juga menjelaskan bahwa sejak awal pemeriksaan diserahkan kepada Inspektorat karena lembaga tersebut memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan internal pemerintahan. Menurutnya, tidak tepat jika dirinya sebagai gubernur langsung mengambil alih pemeriksaan.

Namun, setelah pemeriksaan Inspektorat belum menemukan titik terang, Dedi memilih untuk mendengarkan keterangan para pihak secara langsung. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai persoalan yang telah menjadi perhatian publik.

Sementara itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa dugaan tersebut telah terbukti. Sampai adanya hasil pemeriksaan atau proses hukum yang dapat dipertanggungjawabkan, informasi mengenai dugaan kekerasan maupun pelecehan tersebut tetap harus ditempatkan sebagai dugaan.

Dengan rencana turun langsung ke Sumedang, Dedi Mulyadi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai polemik tersebut sekaligus memastikan persoalan yang berkembang di masyarakat dapat ditangani berdasarkan fakta, bukan sekadar isu atau asumsi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *