Tak Semua Sekolah di Jabar Daring, Dedi Mulyadi: PJJ Berlaku di Wilayah Terdampak Abu Vulkanik

banner 468x60

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah daring hanya diperuntukkan bagi satuan pendidikan yang terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurut Dedi, kebijakan tersebut tidak diberlakukan secara menyeluruh di Jawa Barat. Kepala sekolah diberikan kewenangan untuk menilai kondisi di wilayah masing-masing dan menentukan apakah kegiatan belajar mengajar perlu dialihkan ke sistem daring. Wilayah yang menjadi perhatian antara lain daerah dengan intensitas sebaran abu vulkanik yang cukup tinggi, seperti Bogor, Sukabumi, dan wilayah lain yang terdampak.

Dedi menyampaikan bahwa mulai Senin, 7 September 2026, kepala sekolah dapat mengambil keputusan untuk menerapkan pembelajaran dari rumah apabila kondisi di lapangan dinilai berisiko bagi kesehatan dan keselamatan peserta didik maupun tenaga pendidik. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap meningkatnya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

“PJJ bukan untuk seluruh sekolah di Jawa Barat, melainkan bagi sekolah yang berada di wilayah dengan tingkat paparan abu vulkanik yang tinggi,” demikian inti kebijakan yang disampaikan Dedi melalui akun resminya.

Kebijakan ini diambil setelah sebaran abu vulkanik Anak Krakatau terdeteksi mencapai sejumlah wilayah di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Hasil pemantauan meteorologi menunjukkan adanya paparan abu vulkanik di beberapa daerah sehingga diperlukan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama pada anak-anak sekolah.

Selain Jawa Barat, pemerintah daerah di sejumlah wilayah lain juga menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai langkah perlindungan terhadap siswa akibat dampak abu vulkanik. Pemerintah pusat pun mendorong satuan pendidikan di daerah terdampak untuk menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi lingkungan dan tingkat risiko yang ada.

Dedi mengingatkan agar seluruh pihak mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik. Ia berharap kegiatan pendidikan tetap dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan keselamatan warga sekolah di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *