JAKARTA — Kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang menjaga kadar gula darah. Minuman seperti soda, teh manis, kopi dengan tambahan gula, minuman kemasan, hingga minuman kekinian dapat menyumbang asupan gula tambahan dalam jumlah yang tidak sedikit.
Gula yang dikonsumsi melalui minuman juga perlu diperhitungkan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar konsumsi gula bebas dibatasi hingga kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian. Pembatasan hingga di bawah 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.
Bagi orang dengan diabetes, pengaturan kadar glukosa darah merupakan bagian penting dalam pengelolaan kondisi tersebut. Pemantauan gula darah dapat membantu mengetahui bagaimana makanan, aktivitas fisik, maupun pengobatan memengaruhi kadar glukosa.
Air putih menjadi pilihan utama
Salah satu cara sederhana untuk mengurangi konsumsi gula dari minuman adalah mengganti minuman berpemanis dengan air putih.
CDC menyebut minuman bersoda dan minuman ringan biasa mengandung banyak gula tambahan. Sebagai alternatif, masyarakat dapat memilih air putih atau air berkarbonasi tanpa gula.
Selain air putih, teh atau kopi yang dikonsumsi tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang menyukai minuman hangat. Namun, perlu diperhatikan bahan tambahan seperti susu kental manis, sirup, krimer berpemanis, atau topping karena dapat kembali meningkatkan kandungan gula dalam minuman.
Jangan terkecoh dengan label “sehat”
Minuman yang menggunakan istilah seperti “alami”, “rasa buah”, atau “lebih sehat” belum tentu bebas gula. Konsumen tetap perlu membaca informasi nilai gizi dan daftar bahan pada kemasan.
Jus buah juga tidak otomatis sama dengan mengonsumsi buah utuh. Karena itu, bila tujuan utamanya mengurangi asupan gula dari minuman, air putih tetap menjadi pilihan yang sederhana.
Tidak perlu langsung menghilangkan semua rasa manis
Mengurangi minuman manis tidak berarti seseorang harus mengubah pola makan secara drastis dalam satu hari. Kebiasaan dapat dikurangi secara bertahap, misalnya dengan mengurangi takaran gula pada teh atau kopi, memilih ukuran minuman yang lebih kecil, serta menjadikan air putih sebagai minuman utama.
Bagi orang yang sudah memiliki diabetes atau memiliki hasil pemeriksaan gula darah di atas normal, pilihan makanan dan minuman sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pemantauan kadar glukosa dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan.
Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar “berhenti minum manis”, tetapi mengurangi konsumsi gula tambahan dan memilih minuman yang lebih rendah atau tanpa gula secara konsisten.
Perubahan sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat, terutama jika dilakukan bersama pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, dan pemantauan kesehatan secara berkala.










