Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana melakukan renovasi sebuah masjid di Kabupaten Tasikmalaya dan menamainya sebagai Tajug Kanaya. Rencana tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan mengenang sosok Kanaya yang kisahnya sempat menjadi perhatian publik.
Dalam sejumlah unggahan dan kegiatan yang ditampilkan melalui kanal resmi Dedi Mulyadi, nama Kanaya beberapa kali disebut sebagai sosok yang memberikan kesan mendalam bagi dirinya. Rencana pembangunan Tajug Kanaya disebut menjadi salah satu cara untuk mengabadikan nilai-nilai kebaikan dan semangat yang ditinggalkan Kanaya kepada masyarakat.
Meski demikian, hingga kini belum seluruh rincian terkait desain, anggaran, maupun jadwal pelaksanaan renovasi diumumkan secara resmi kepada publik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak terkait masih menyiapkan tahapan pelaksanaan proyek tersebut.
Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa keberadaan tajug atau masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat. Karena itu, renovasi yang direncanakan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga sekitar.
Rencana pembangunan Tajug Kanaya mendapat perhatian masyarakat, khususnya warga Tasikmalaya dan para pengikut kegiatan Dedi Mulyadi di media sosial. Banyak pihak menantikan informasi lebih lanjut mengenai proses renovasi serta konsep bangunan yang akan diwujudkan sebagai bentuk penghormatan terhadap Kanaya.










