Proses pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor terus dilakukan sebagai bagian dari program revitalisasi kawasan perdagangan di pusat Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor bersama Perumda Pasar Pakuan Jaya menargetkan pembongkaran rampung pada Juli 2026.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, mengatakan pembongkaran Pasar Bogor telah mencapai sekitar 80 hingga 85 persen. Sementara pembongkaran Plaza Bogor masih berada di kisaran 20 sampai 25 persen. Proses revitalisasi sendiri sudah dimulai sejak awal 2026 setelah penutupan operasional pasar dilakukan secara bertahap sejak akhir 2025.
Revitalisasi kawasan Pasar Bogor dilakukan untuk mengubah area tersebut menjadi pusat ekonomi baru yang lebih modern, tertata, dan bersih. Pemerintah berencana menghadirkan fasilitas parkir terpadu, pusat kuliner, ruang komersial, hingga convention hall dan hotel di kawasan tersebut.
Selain itu, penataan kawasan juga dilakukan untuk mengurangi kemacetan di area Suryakencana dan sekitar Kebun Raya Bogor. Nantinya kendaraan wisatawan akan dipusatkan di area Pasar Bogor sehingga lalu lintas di kawasan wisata diharapkan lebih tertib.
Perumda Pasar Pakuan Jaya juga menegaskan konsep pasar tradisional kumuh dan becek tidak akan dipertahankan dalam revitalisasi kali ini. Pedagang yang nantinya kembali berjualan di Pasar Bogor diwajibkan mengikuti aturan baru terkait kebersihan dan penataan area perdagangan.
Sebelumnya, para pedagang eksisting telah direlokasi ke sejumlah pasar lain seperti Pasar Jambu Dua dan Pasar Sukasari. Pemerintah Kota Bogor menyebut relokasi dilakukan untuk menjaga aktivitas perdagangan tetap berjalan selama proses revitalisasi berlangsung.
Meski revitalisasi mendapat dukungan karena dinilai mampu mempercantik wajah Kota Bogor, sebagian pedagang sempat menyampaikan keberatan terkait relokasi dan proses pembongkaran. Namun pemerintah memastikan penataan tetap dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat










