Sektor pariwisata di Jawa Barat menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan sepanjang 2026. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menjadi indikator positif pemulihan dan penguatan industri pariwisata di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Barat pada Mei 2026 mencapai 19,52 juta perjalanan, meningkat lebih dari 12 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara kumulatif, periode Januari hingga Mei 2026 mencatat 93,45 juta perjalanan wisatawan, atau naik sekitar 5,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain wisatawan domestik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, tercatat 241 kunjungan melalui Bandara Internasional Kertajati, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Destinasi unggulan seperti Bandung, Bogor, dan Bekasi masih menjadi tujuan utama wisatawan. Bahkan, Kabupaten Bogor tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kunjungan tertinggi, mencapai lebih dari 15,7 juta wisatawan sepanjang 2025, melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Peningkatan kunjungan wisata juga terlihat pada momen libur panjang. Pada periode akhir Mei hingga awal Juni 2026, sebanyak 543 ribu wisatawan tercatat mengunjungi 189 destinasi wisata di berbagai daerah di Jawa Barat.
Kawasan wisata alam dan rekreasi keluarga, khususnya di wilayah Bandung Barat seperti Lembang dan sekitarnya, tetap menjadi daya tarik utama. Data menunjukkan kunjungan wisatawan di wilayah tersebut mencapai lebih dari 83 ribu orang hanya dalam satu bulan, menegaskan tingginya minat terhadap wisata alam dan pegunungan.
Di tingkat global, Jawa Barat juga mencatat prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai salah satu destinasi wisata ramah Muslim terbaik dunia dalam ajang internasional 2026. Penghargaan tersebut mencerminkan kesiapan infrastruktur dan layanan pariwisata yang semakin kompetitif di kancah global.
Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui promosi destinasi, penyelenggaraan event, serta peningkatan kualitas layanan. Inovasi seperti pengembangan wisata ramah Muslim dan digitalisasi layanan wisata juga menjadi fokus utama dalam meningkatkan daya saing daerah.
Dengan potensi alam, budaya, dan kuliner yang beragam, Jawa Barat dinilai memiliki prospek besar untuk terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan.










