Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengunjungi keluarga Sumarna (40), petugas keamanan (satpam) yang ditemukan tewas saat menjalankan tugas di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Dalam kunjungan tersebut, KDM menyampaikan belasungkawa sekaligus menyoroti lemahnya sistem keamanan di kawasan objek vital nasional tersebut.
Saat berbincang dengan keluarga korban, Dedi menggali informasi mengenai aktivitas terakhir Sumarna sebelum berangkat bekerja. Berdasarkan keterangan keluarga, korban tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan, meski sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang kelelahan usai menjalani sif malam. Sebelum bertugas, Sumarna juga masih sempat mengantar anaknya ke sekolah dan menjalankan aktivitas seperti biasa.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga mempertanyakan perkembangan penyelidikan kepada aparat setempat. Hingga saat ini, pelaku yang diduga terlibat dalam kematian korban masih belum berhasil diidentifikasi dan kasusnya masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.
Selain meminta kasus tersebut segera diungkap, KDM menyoroti minimnya fasilitas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur. Ia mengaku heran karena lokasi yang termasuk objek vital nasional itu belum dilengkapi sistem pengawasan memadai, termasuk kamera CCTV dan penerangan yang cukup. Menurutnya, pengelola kawasan seharusnya memiliki pusat kendali keamanan yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau seluruh aktivitas di area strategis tersebut.
Sumarna ditemukan tewas pada Jumat, 24 Juli 2026, di kawasan Waduk Jatiluhur. Jasadnya ditemukan mengambang dengan masih mengenakan seragam satpam lengkap dan kedua tangan terborgol ke belakang. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan sempat menegur pelaku vandalisme di area tanggul waduk yang kerap dijadikan tempat berkumpul. Dugaan keterkaitan antara teguran tersebut dan kematian korban masih didalami oleh penyidik.
KDM menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Jawa Barat. Ia juga menyatakan dukungannya kepada aparat penegak hukum agar kasus kematian Sumarna dapat segera terungkap dan pelaku mendapatkan proses hukum yang sesuai.










