Dedi Mulyadi Klarifikasi Isu Peresmian Data Center AI Jatiluhur: Saya Hanya Cek Perizinan

banner 468x60

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantah kabar yang menyebut dirinya telah meresmikan pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Dedi menegaskan bahwa kedatangannya ke lokasi proyek bukan untuk melakukan peresmian, melainkan untuk memastikan proses investasi dan perizinan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia meminta masyarakat melihat dokumentasi kunjungannya yang telah diunggah melalui kanal media sosial pribadinya.

Menurut Dedi, awalnya ia menerima rombongan investor yang berencana membangun data center AI di Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya pemenuhan seluruh persyaratan administrasi sebelum proyek dijalankan. Beberapa waktu kemudian, ia datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan dan mengecek perkembangan perizinan.

Ia menjelaskan bahwa saat berada di lokasi, dirinya menanyakan status izin proyek kepada pihak perusahaan. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, izin Penanaman Modal Asing (PMA) telah diproses melalui sistem Online Single Submission (OSS) di tingkat pusat. Namun, masih terdapat sejumlah perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah yang perlu diselesaikan.

Dedi juga mengungkapkan bahwa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi bagian penting yang harus dipenuhi sebelum pembangunan dapat dilanjutkan. Karena itu, ia membantah anggapan bahwa kunjungannya ke Jatiluhur merupakan agenda peresmian proyek.

Polemik mengenai proyek data center AI Jatiluhur mencuat setelah pembangunan fasilitas tersebut mendapat sorotan publik. Selain persoalan perizinan, proyek bernilai investasi sekitar Rp3,5 triliun itu juga menjadi perhatian karena kebutuhan air dan energi yang cukup besar untuk operasional pusat data berkapasitas tinggi.

Di tengah perdebatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan tetap mendukung investasi yang masuk ke daerah, selama seluruh persyaratan hukum dan lingkungan dipenuhi. Dedi menyatakan dirinya berkomitmen mengawal investasi sekaligus memastikan setiap proyek berjalan sesuai aturan yang berlaku.

“Jadi tidak ada peresmian,” tegas Dedi saat memberikan klarifikasi terkait kunjungannya ke lokasi proyek data center AI di Jatiluhur.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *