Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) oleh Polres Sumedang. Seorang warga yang sempat mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan hampir dibantu membayar pajak kendaraannya, ternyata merupakan pelaku curanmor yang sedang menjadi target penyelidikan polisi.
Peristiwa tersebut bermula ketika Dedi Mulyadi bertemu dengan warga tersebut di wilayah Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang. Saat itu, pengendara motor tersebut ditegur karena menggunakan knalpot yang tidak sesuai aturan serta memiliki kendaraan dengan pajak yang telah lama menunggak. Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Dedi Mulyadi berencana membantu pembayaran pajak kendaraan yang bersangkutan melalui Samsat.
Namun, rencana bantuan tersebut tidak pernah terealisasi. Sehari setelah pertemuan itu, jajaran Satreskrim Polres Sumedang berhasil mengamankan pria tersebut di kediamannya setelah penyelidikan kasus curanmor yang tengah berjalan mengarah kepada dirinya.
Kapolres Sumedang, Sandityo Mahardika, mengungkapkan bahwa tersangka merupakan residivis kasus curanmor. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga terlibat dalam pencurian satu unit sepeda motor dan gerobak bakso milik warga di wilayah Ganeas. Kasus tersebut terungkap dalam pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang digelar Polres Sumedang.
Menurut polisi, niat baik Dedi Mulyadi untuk membantu warga tidak sempat terlaksana karena tersangka lebih dahulu ditangkap. Polisi menegaskan bahwa bantuan yang direncanakan gubernur merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat, namun fakta hukum menunjukkan bahwa penerima bantuan tersebut ternyata sedang terlibat tindak pidana.
Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolres Sumedang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut bersama pelaku lainnya yang ditangkap dalam Operasi Jaran Lodaya 2026.










