Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memutuskan membantu Fiktor Harefa, satpam yang menjadi sorotan publik usai insiden dengan pengemudi mobil Alphard di kawasan Bundaran HI, Jakarta. KDM bahkan menawarkan pekerjaan baru kepada Fiktor sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate, Bandung.
Keputusan tersebut diambil setelah video yang memperlihatkan Fiktor mendapat intimidasi saat menjalankan tugasnya viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Fiktor diketahui menegur pengendara yang diduga melanggar aturan di area Bundaran HI. Namun, teguran itu berujung pada perlakuan yang menuai kritik dari masyarakat.
Dedi Mulyadi kemudian menemui langsung Fiktor dan menyatakan keinginannya untuk memberikan dukungan moral sekaligus kesempatan kerja yang lebih baik. Menurut Dedi, petugas keamanan yang menjalankan tugas sesuai aturan seharusnya mendapatkan perlindungan dan apresiasi, bukan intimidasi.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi mengungkapkan bahwa Fiktor berencana pindah kerja ke Bandung. Ia pun menawarkan posisi sebagai sekuriti yang akan bertugas di lingkungan Gedung Sate yang saat ini masih dalam tahap penataan dan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung.
Langkah KDM ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Banyak warganet menilai keputusan tersebut sebagai bentuk keberpihakan kepada petugas yang dianggap telah menjalankan tugasnya dengan profesional. Di sisi lain, kasus yang menimpa Fiktor juga memicu diskusi mengenai pentingnya penghormatan terhadap petugas keamanan yang bertugas menjaga ketertiban di ruang publik.
Hingga kini, sosok Fiktor Harefa masih menjadi perbincangan publik. Tawaran kerja dari Dedi Mulyadi dinilai menjadi babak baru bagi satpam yang sebelumnya viral akibat insiden di Bundaran HI tersebut.










