Sebuah bangunan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan akibat pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Peristiwa tersebut memicu protes dari warga dan orang tua murid yang menilai fasilitas pendidikan seharusnya tidak dikorbankan untuk proyek pembangunan lainnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, kerusakan terjadi saat proses pembangunan fasilitas Kopdes Merah Putih di sekitar area sekolah. Warga mengaku khawatir aktivitas belajar mengajar terganggu, sementara orang tua murid meminta pemerintah daerah dan pihak terkait segera memberikan penjelasan serta solusi atas kondisi tersebut.
Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan program pemerintah yang ditargetkan berkembang di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan kelurahan. Pemerintah menargetkan puluhan ribu unit koperasi dapat beroperasi hingga Agustus 2026.
Meski demikian, warga berharap pembangunan koperasi tidak mengorbankan fasilitas pendidikan yang telah digunakan masyarakat. Mereka meminta proses pembangunan dilakukan dengan memperhatikan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar serta keselamatan siswa.
Pihak terkait hingga kini diharapkan dapat melakukan evaluasi dan mencari solusi agar fungsi sekolah tetap berjalan dengan baik tanpa menghambat program pembangunan yang sedang dilaksanakan.










