Polemik pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah investor dan mitra pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta kejelasan terkait pembayaran proyek yang mereka kerjakan.
Para investor mengaku telah menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk membangun dapur MBG di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mereka menyatakan sebagian fasilitas telah selesai dibangun dan siap beroperasi, namun pembayaran maupun kepastian operasional masih belum mereka terima.
Dalam aksi yang berlangsung di kantor BGN, sejumlah investor menyampaikan kekecewaan karena proyek yang telah mereka biayai belum memberikan kepastian mengenai mekanisme pencairan dana. Beberapa di antaranya mengaku masih menanggung kewajiban pembayaran kepada vendor, kontraktor, hingga pemasok material yang terlibat dalam pembangunan dapur MBG.
Sorotan juga muncul terkait proyek dapur perintis MBG yang melibatkan investasi bernilai ratusan miliar rupiah. Kuasa hukum salah satu investor menyebut dana sekitar Rp218,25 miliar telah disalurkan melalui skema kerja sama yang berkaitan dengan pembangunan dan pengelolaan puluhan dapur MBG. Investor kini meminta kepastian hukum mengenai kelanjutan perjanjian tersebut atau pengembalian dana yang telah disetorkan.
Di media sosial, beredar video yang memperlihatkan protes investor di kantor BGN. Rekaman tersebut memicu perhatian publik dan memperluas diskusi mengenai tata kelola serta pendanaan proyek MBG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah.
Hingga saat ini, para investor masih menunggu penjelasan resmi mengenai jadwal pembayaran, status kerja sama, serta keberlanjutan operasional dapur-dapur yang telah dibangun. Sementara itu, berbagai pihak berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara transparan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak menghambat layanan kepada masyarakat.










