Kepala BGN Tanggapi Polemik Anak Panti Asuhan Disebut Tak Mendapat MBG

banner 468x60

Jakarta — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan penjelasan terkait polemik anak-anak yang tinggal di panti asuhan disebut tidak mendapatkan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun dinilai membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi.

Sudaryono menjelaskan bahwa anak-anak yang tinggal di panti asuhan mendapatkan MBG melalui sekolah tempat mereka menempuh pendidikan. Menurutnya, penyaluran program tersebut dilakukan berdasarkan mekanisme dan regulasi yang berlaku.

“Diberikan MBG di tempat mereka bersekolah. Ada mekanisme dan regulasinya,” ujar Sudaryono dalam tanggapan di media sosial yang menjadi perhatian publik.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons polemik mengenai akses anak-anak panti asuhan terhadap program pemenuhan gizi pemerintah. Tanggapan itu muncul melalui kolom komentar akun Instagram @syamsulaco.

Selain menjelaskan penyaluran bagi anak usia sekolah, Sudaryono menyebut bahwa program MBG bagi balita juga disalurkan melalui posyandu sebagai salah satu jalur distribusi.

Meski demikian, Sudaryono belum merinci lebih lanjut mekanisme penyaluran bagi anak-anak panti asuhan yang tidak bersekolah atau belum terjangkau melalui jalur distribusi yang disebutkan.

Polemik ini kembali menyoroti pentingnya kejelasan pendataan dan mekanisme penyaluran MBG agar kelompok anak yang membutuhkan pemenuhan gizi tetap dapat memperoleh manfaat program sesuai ketentuan yang berlaku.

BGN menyatakan bahwa penyaluran MBG dilaksanakan melalui jalur yang telah ditetapkan. Penjelasan lebih lanjut mengenai akses anak panti asuhan di luar jalur sekolah masih diperlukan untuk memberikan kepastian bagi kelompok tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *