Warga Bogor Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja, Dibawa ke Kamboja dan Dipaksa Menipu

banner 468x60

Bogor, 28 Oktober 2025 — Seorang warga Bogor, Jawa Barat, berinisial F (26), menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah tertipu tawaran pekerjaan palsu di luar negeri. F awalnya dijanjikan pekerjaan sebagai customer service di Singapura, namun justru dibawa ke Kamboja dan dipaksa bekerja menipu sesama warga negara Indonesia (WNI).

Menurut keterangan ayah korban, F berangkat ke Singapura pada awal September 2025 setelah dihubungi oleh seorang teman yang menawarkan pekerjaan dengan gaji menarik. Namun beberapa minggu kemudian, F menyadari bahwa dirinya telah dipindahkan ke Kamboja dan ditempatkan di sebuah ruko yang dijadikan kantor untuk melakukan aktivitas penipuan daring.

“Anak saya mengaku dipaksa bekerja menipu WNI lain dengan target tertentu. Paspornya disita dan diminta tebusan sebesar USD 2.900,” ujar sang ayah.

Di tempat tersebut, F bekerja bersama 18 orang lainnya, termasuk delapan WNI yang juga menjadi korban. Meskipun ponselnya tidak disita, kebebasan mereka sangat terbatas. Pada 21 Oktober 2025, F berhasil melarikan diri bersama seorang rekannya ketika mengambil pesanan makanan di depan ruko tempat mereka dikurung.

Saat ini, F berada di bawah perlindungan KBRI Phnom Penh, Kamboja. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Plt. Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah, membenarkan laporan tersebut.

“KBRI Phnom Penh telah menerima laporan dari yang bersangkutan dan terus memantau proses pemulangan F ke Indonesia,” kata Heni pada Senin (27/10/2025).

Pihak keluarga berharap agar pemerintah dapat mempercepat proses pemulangan F ke Tanah Air. “Kami hanya ingin anak kami segera pulang dengan selamat,” harap ayah F dengan nada cemas.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, terutama yang menjanjikan gaji tinggi tanpa prosedur resmi dan dokumen kerja yang jelas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *