Di penghujung tahun 2025, jagat maya dihebohkan oleh kabar teror yang menimpa sejumlah influencer dan aktivis. Mulai dari DJ Donny hingga Sherly Annavita Rahmi, mereka mengaku menerima ancaman serius. Tidak hanya itu, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, juga dilaporkan mengalami teror serupa.
Ketiga figur publik tersebut dikenal aktif di media sosial dan kerap mengkritisi kebijakan pemerintah. Teror yang mereka terima diduga berkaitan dengan kritik terhadap pemerintah yang dinilai lamban dalam menangani bencana di Sumatra dan Aceh.
Alih-alih merasa gentar, para influencer dan aktivis ini justru ramai-ramai membagikan pengalaman teror tersebut melalui akun media sosial masing-masing. Bentuk teror yang diterima pun hampir serupa, yakni kiriman bangkai ayam disertai surat kaleng bernada ancaman.
Namun, teror yang dialami DJ Donny terbilang lebih ekstrem. Rumahnya dilaporkan menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh dua orang tak dikenal. Aksi tersebut terekam kamera CCTV dan diunggah oleh influencer Denny Siregar melalui akun Instagram miliknya.
Aktivis lingkungan dan influencer seperti Iqbal Damanik, DJ Donny, dan Sherly Annavita menyebut bahwa teror yang mereka alami tidak hanya berupa ancaman, tetapi juga vandalisme serta pesan-pesan intimidatif yang mengerikan.
Lantas, siapakah pelaku di balik rangkaian teror ini? Warganet pun ramai-ramai mengecam aksi tersebut. Sebagian menduga bahwa teror ini berkaitan dengan kekuasaan dan bahkan menuding pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab. Tidak sedikit pula yang menyebut situasi ini sebagai tanda kembalinya praktik “neo-Orde Baru”.
Benarkah teror ini merupakan ulah pihak tertentu yang merasa terganggu oleh kritik para influencer dan aktivis? Ataukah ada aktor lain di balik layar? Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan dan penegakan hukum atas kasus yang meresahkan ini.










