Pangalengan, sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil teh terbesar di Indonesia. Kebun teh di Pangalengan memiliki luas sekitar 1.200 hektar dan menjadi sumber mata pencaharian bagi ribuan pekerja.
Namun, beberapa hari yang lalu media sosial kembali ramai oleh unggahan Serikat Pekerja Perkebunan Teh yang melakukan aksi protes di depan Pabrik Teh Malabar, Pangalengan.
Dalam video yang beredar, mereka menyebutkan lahan yang biasanya digunakan untuk memetik teh mulai ditebangi dan dialihkan menjadi tanaman kentang.
Tanaman teh yang sudah dirusak diduga sengaja dibiarkan mengering untuk kemudian akan dibakar. Aksi perusakan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, bahkan pada dini hari saat patroli belum berada di lokasi.
Merespons kegaduhan di media sosial, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung angkat bicara.
Ia menyebut telah meminta Polda Jabar bergerak cepat menyelidiki dan menangkap pelaku perusakan tanaman teh.
Jika lahan kebun teh yang beralih fungsi menjadi area pertanian, pemukiman, atau bahkan industri. Hal ini tentu saja mengancam keberlangsungan hidup para pekerja teh dan juga mengurangi luas area kebun teh di Pangalengan.










