Tenda Biru Menjamur di Gunung Halimun Salak, Tambang Emas Ilegal Kembali Marak

banner 468x60

Berkibar News-Aktivitas tambang emas ilegal kembali marak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Fenomena tersebut terungkap melalui citra satelit Google Maps yang menunjukkan puluhan tenda biru milik para penambang emas tanpa izin (PETI) di area konservasi tersebut.

Menurut laporan akun Pendakilawas, kegiatan penambangan liar di kawasan TNGHS bukan hal baru. Kepala Balai TNGHS, Budhi Chandra, mengungkapkan bahwa aktivitas ilegal ini sudah berlangsung sejak tahun 1990-an, tepatnya setelah PT ANTAM menghentikan operasi tambang emasnya di Cikotok, Kabupaten Lebak.

“Aktivitas penambangan emas tanpa izin di kawasan konservasi ini sudah terjadi sejak lama. Setelah ANTAM berhenti beroperasi, banyak warga yang beralih menambang secara mandiri, dan dari situlah aktivitas PETI semakin berkembang,” ujar Budhi, Sabtu (1/11/2025).

Aktivitas tambang ilegal ini telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup parah, mulai dari pencemaran sungai hingga pembukaan lahan hutan secara masif. Meski berbagai upaya penindakan telah dilakukan, termasuk operasi gabungan antara Balai TNGHS, TNI, dan Polri, kegiatan tambang ilegal tersebut belum sepenuhnya berhasil dihentikan.

Budhi menyebutkan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi, patroli rutin, serta penertiban lapangan, namun tantangan di lapangan sangat besar.

“Lokasi tambang ilegal ini sangat sulit dijangkau, butuh waktu sekitar lima jam berjalan kaki untuk mencapai lokasi. Jumlah penambang yang besar membuat kami kesulitan mengendalikan situasi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perlindungan kawasan konservasi seperti TNGHS memerlukan kerja sama lintas lembaga dan dukungan masyarakat. Tanpa langkah konkret dan kolaboratif, keberadaan tambang emas ilegal dikhawatirkan akan terus merusak ekosistem hutan dan mengancam keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

TNGHS sendiri merupakan salah satu kawasan konservasi terluas di Pulau Jawa yang menjadi habitat penting bagi berbagai satwa langka, termasuk elang jawa dan macan tutul jawa.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *