Semangat solidaritas kembali terlihat dari masyarakat Cianjur. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, warga setempat justru menunjukkan kepedulian tinggi dengan menggalang bantuan untuk para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada awal Desember 2025.
Dalam gerakan bertema “Warga Bantu Warga”, masyarakat berhasil mengumpulkan 2 ton beras, yang pada Minggu pagi (7/12) resmi diberangkatkan menuju Sumatra melalui jalur darat dan laut.
Inisiatif dari Warga, Digerakkan Secara Swadaya
Aksi pengumpulan bantuan ini dimulai secara spontan oleh kelompok pemuda dan tokoh masyarakat di Kecamatan Warungkondang dan Cugenang. Melalui posko-posko kecil yang dibentuk di masjid, balai RT, hingga halaman rumah warga, donasi berupa beras dan kebutuhan pokok lain mulai berdatangan dalam jumlah besar.
“Tidak ada paksaan, semua murni dari hati. Banyak warga bilang, ‘Kami juga pernah merasakan jadi korban gempa. Sekarang giliran kami membantu,’” ujar Ujang Saeful, koordinator posko bantuan di Warungkondang.
Dikirim Menggunakan Truk Bantuan
Dua truk berkapasitas besar diberangkatkan pukul 09.00 WIB dari halaman kantor kecamatan. Selain beras, bantuan tambahan berupa air mineral, pakaian layak pakai, dan makanan instan juga ikut diangkut.
Perjalanan bantuan ini ditargetkan tiba di posko utama penanggulangan bencana di Provinsi Sumatra Barat pada Senin malam (8/12).
Pemerintah Daerah Apresiasi Gerakan Warga
Pemerintah Kabupaten Cianjur memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi spontan ini. Plt. Bupati Cianjur, melalui pernyataan resminya, mengatakan bahwa inisiatif ini menunjukkan tingginya nilai gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.
“Cianjur pernah merasakan beratnya bencana, dan kita tidak akan pernah lupa bagaimana saudara-saudara di seluruh Indonesia membantu waktu itu. Sekarang, warga Cianjur menunjukkan bahwa solidaritas itu terus hidup,” ujarnya.
Harapan agar Bantuan Tepat Sasaran
Koordinator lapangan memastikan bantuan tersebut akan disalurkan langsung kepada korban bencana melalui jaringan relawan yang sudah berada di lokasi terdampak. Mereka berharap bantuan logistik ini dapat meringankan beban para penyintas yang saat ini masih tinggal di pos-pos pengungsian.
Solidaritas Tanpa Batas
Aksi “warga bantu warga” dari masyarakat Cianjur ini kembali menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal jarak maupun batas daerah. Bagi para penggerak aksi, membantu sesama adalah cara terbaik membalas bantuan yang pernah mereka terima.
“Selama masih ada manusia yang peduli, Indonesia tidak akan kekurangan harapan,” ujar Ujang sebelum truk bantuan diberangkatkan.










