Jakarta, Indonesia — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk masa jabatan 2026–2031. Penetapan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan.
Prihati menggantikan Ali Ghufron Mukti, yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut BPJS Kesehatan sejak 2021. Keputusan tersebut diumumkan pada 19 Februari 2026 dan mulai efektif berjalan untuk periode lima tahun ke depan.
Latar Belakang Prihati Pujowaskito
Prihati adalah purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal yang berlatar belakang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Ia memiliki pengalaman panjang dalam bidang kesehatan militer, termasuk pernah bertugas sebagai dokter di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan menjabat di sejumlah posisi medis penting di Rumah Sakit Angkatan Darat.
Sebelum ditunjuk sebagai Dirut BPJS Kesehatan, Prihati juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Tujuan Penunjukan dan Harapan Publik
Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan, keputusan presiden ini dimaksudkan untuk memperkuat tata kelola organisasi dan menjamin keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melayani lebih dari 280 juta peserta di Indonesia.
Penunjukan Prihati juga mendapat beragam tanggapan dari berbagai pihak. Beberapa anggota DPR dari Komisi IX menyerukan agar kepemimpinan baru BPJS Kesehatan fokus pada perbaikan layanan publik, transparansi keuangan, dan penguatan sistem digital, menimbang banyak tantangan yang tengah dihadapi lembaga itu.
Struktur Direksi Baru BPJS Kesehatan
Selain Prihati Pujowaskito sebagai Direksi Utama, dalam keputusan presiden itu juga ditetapkan beberapa nama lain sebagai bagian dari jajaran direksi periode 2026–2031, termasuk Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, dan Sutopo Patria Jati.










