Bencana alam longsor yang disertai banjir bandang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, menimbun permukiman dan memicu korban jiwa serta puluhan hingga ratusan orang dinyatakan hilang.
Peristiwa tersebut bermula ketika sebagian besar warga tengah terlelap. Warga melaporkan suara gemuruh kuat dari arah lereng sebelum material tanah, lumpur, dan air banjir bandang bergerak cepat menuruni bukit dari kawasan. Kampung Pasirkuning menuju Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu. Akibatnya, puluhan rumah tertimbun material longsor dan terjadi kerusakan parah pada permukiman di lokasi tersebut.
Hingga siang hari, data dari aparat menunjukkan bahwa setidaknya tujuh orang telah ditemukan meninggal dunia dan puluhan hingga ratusan lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Berdasarkan asesmen tim SAR dan data sementara, sekitar 113 jiwa terdampak langsung oleh longsor ini — termasuk 23 orang yang berhasil diselamatkan, sementara 82-114 lainnya masih belum ditemukan atau hilang, menurut sejumlah sumber resmi.
Kapolsek Cisarua, A. Y. Yogaswara, menyampaikan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang melibatkan polisi, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, relawan, dan masyarakat setempat. Hingga saat ini, tim SAR masih bekerja di lokasi untuk menemukan warga yang belum ditemukan.
Namun, cuaca di lokasi kejadian dilaporkan masih kurang bersahabat, dengan potensi hujan yang mempersulit akses dan memperlambat operasi pencarian. Kendala medan yang berat serta material longsor yang tebal juga menjadi tantangan bagi para petugas di lapangan.
Pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status darurat bencana di wilayah yang terdampak, sementara pemerintah provinsi Jawa Barat mengumumkan rencana relokasi warga yang tinggal di zona rawan longsor.
Selain itu, otoritas setempat memberikan imbauan kepada warga yang masih berada di kawasan rawan bencana untuk tetap waspada dan menjauhi area longsor, karena kondisi tanah yang labil dan potensi hujan lebat masih diprediksi akan berlanjut.










