Lembur Pakuan di Subang merupakan kampung halaman Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Lokasinya berada di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan. Meski namanya mengingatkan pada Kerajaan Sunda Pakuan Pajajaran di Bogor, kawasan ini tidak berkaitan dengan sejarah kerajaan tersebut. Lembur Pakuan justru lahir dari gagasan Dedi Mulyadi untuk menghadirkan sebuah destinasi wisata budaya bernuansa pedesaan klasik yang tertata rapi dan bersih.
Sejarah dan Perkembangan
Lembur Pakuan mulai dikenal publik ketika Dedi Mulyadi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Dengan visinya dalam melestarikan budaya Sunda dan keindahan pedesaan, ia mengembangkan kampung halamannya menjadi kawasan wisata budaya yang memadukan nilai tradisi dengan penataan lingkungan modern.
Pada tahun 2018, pembangunan infrastruktur semakin digencarkan. Jalan kampung diperbaiki, fasilitas diperkuat, dan kawasan ditata ulang untuk menghadirkan suasana desa masa lalu. Rumah bambu, atap rumbia, hingga lampu-lampu bergaya jadul dipertahankan sebagai ciri khas.
Karakteristik dan Daya Tarik
Salah satu nilai unggul Lembur Pakuan adalah kebersihan lingkungannya. Kampung ini dikenal sangat terawat sehingga memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung. Suasana pedesaan yang tenang dan asri menjadi magnet bagi mereka yang ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk kota.
Berbagai fasilitas pendukung turut disediakan, seperti warung makan, tempat istirahat, area parkir memadai, hingga homestay bagi wisatawan yang ingin menginap dan merasakan langsung kehidupan desa.
Bangunan-bangunan khas pun menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah Balai Pamanah Rasa, yang dulunya merupakan kantor RTRW. Selain itu, deretan rumah tradisional dengan sentuhan budaya Sunda semakin memperkuat karakter kawasan ini sebagai kampung wisata budaya.
Potensi Wisata Budaya
Dengan keunikannya, Lembur Pakuan memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Barat. Nuansa desa tradisional yang tetap terjaga, dipadu dengan penataan lingkungan yang bersih dan rapi, menjadikan kawasan ini tempat ideal untuk wisata edukasi, rekreasi keluarga, maupun kegiatan budaya.
Lembur Pakuan bukan sekadar kampung biasa; ia adalah representasi dari bagaimana nilai budaya dapat dirawat dan dihidupkan kembali melalui sentuhan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Baca juga – https://berkibarnews.com/bobibos-bbm-alternatif-dari-jerami-padi-diklaim-ramah-lingkungan-dan-ber-ron-98/










