Kemenangan Zohran Mamdani di New York Dianggap Sebagai “Kekalahan Besar” Bagi Trump

banner 468x60

New York — Sejarah baru tercipta di Amerika Serikat setelah Zohran Mamdani, politikus progresif berusia 34 tahun, resmi terpilih sebagai Wali Kota New York. Mamdani meraih 50,4 persen suara, mengungguli mantan Gubernur New York Andrew Cuomo, sementara kandidat Partai Republik Curtis Sliwa hanya memperoleh 24 persen suara.

Kemenangan ini menjadikan Mamdani sebagai Muslim pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat.

Trump Murka, Sebut Mamdani “Lebih Buruk dari Komunis”

Kemenangan Mamdani langsung memicu kemarahan Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump. Dalam berbagai pernyataannya, Trump menuduh Mamdani sebagai sosok yang “lebih buruk dari komunis” dan mengklaim akan melakukan segala cara untuk menggagalkannya.

Trump bahkan secara terbuka mengancam akan memotong dana federal untuk New York City jika Mamdani memenangkan pemilihan tersebut.

Tak berhenti di situ, Trump juga melontarkan komentar bernada kasar terhadap warga Yahudi yang memilih Mamdani.

“Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani—seseorang yang terang-terangan membenci Yahudi—adalah orang bodoh,” tulis Trump di media sosial.

Pernyataan itu menuai kecaman luas dari warga New York dan komunitas Yahudi yang merasa Trump menyebarkan kebencian untuk kepentingan politik.

Dukungan untuk Palestina Jadi Sorotan

Selama masa kampanye, Mamdani dikenal sebagai figur yang vokal menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Ia beberapa kali menegaskan bahwa New York harus menjadi kota yang menolak penindasan dan berdiri untuk hak asasi manusia.

Dalam salah satu pernyataannya, Mamdani bahkan mengatakan bahwa ia akan menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika berkunjung ke New York, atas dugaan pelanggaran kemanusiaan. Pernyataan kontroversial tersebut justru mendapat sambutan hangat dari sebagian warga New York yang menilai Mamdani sebagai pemimpin yang berani dan tidak takut menghadapi tekanan internasional.

Warga New York Tak Gentar terhadap Ancaman

Ancaman Trump tidak membuat warga New York gentar. Mereka justru menunjukkan perlawanan melalui pemilu dengan memilih Mamdani sebagai pemimpin baru.

Kemenangan ini dinilai sebagai simbol perubahan, sekaligus tanda bahwa warga New York menginginkan pemimpin yang membawa visi keberagaman, keadilan sosial, dan keberanian dalam mengambil sikap.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *