Cisarua, Bandung Barat — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, memantau langsung proses evakuasi korban bencana tanah longsor besar yang terjadi pada Sabtu pagi (24/1/2026) di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kunjungannya, KDM tidak hanya meninjau lokasi bencana, tetapi juga ikut membantu proses evakuasi bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, serta para relawan. Bersama petugas, Dedi Mulyadi menemukan tiga jenazah korban yang tertimbun material longsor sekitar pukul 15.00 WIB.
Proses evakuasi sempat mengalami kesulitan karena kondisi tanah yang bertumpuk dan labil. Material longsor yang tebal membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati. KDM bahkan menceritakan pengalamannya saat ikut mengevakuasi salah satu jenazah, yang prosesnya memakan waktu hampir empat jam sebelum akhirnya berhasil diangkat.
“Evakuasinya mengalami kesulitan karena tanahnya bertumpuk, sehingga ada potensi korban terendam lebih dalam. Jadi prosesnya harus sangat hati-hati,” ujar Dedi.
Ia menjelaskan, posisi jenazah yang terkubur cukup dalam serta terjepit kayu dan batu turut menyulitkan proses evakuasi.
“Korban saat itu posisinya sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, lalu tertimpa pohon dan batu. Jenazah berada di sela-sela batu dan pohon, sehingga cukup sulit dievakuasi. Mudah-mudahan secara bertahap semuanya bisa diangkat,” tambahnya.
Dedi berharap seluruh warga yang masih dilaporkan hilang dapat segera ditemukan oleh tim pencari.
Usai membantu evakuasi, KDM juga mengambil langkah cepat untuk membantu para penyintas. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan bantuan Rp10 juta per keluarga untuk biaya kontrak tempat tinggal sementara dan kebutuhan hidup selama dua bulan ke depan. Ia menegaskan warga tidak akan diizinkan kembali tinggal di lokasi rawan longsor tersebut dan akan direlokasi demi keselamatan.
Selain itu, keluarga korban yang meninggal dunia juga akan menerima santunan Rp25 juta per keluarga sebagai bentuk perhatian pemerintah.










