PURWAKARTA – Harapan baru menyelimuti warga Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Proyek relokasi hunian tetap yang dijuluki Kampung KDM kini telah rampung 100 persen. Proyek yang menelan dana sebesar Rp 10 miliar ini diperuntukkan bagi puluhan kepala keluarga yang kehilangan rumah akibat bencana pergeseran tanah.
Pembangunan ini menjadi solusi jangka panjang setelah wilayah tersebut dinyatakan sebagai zona merah yang rawan bencana geologi.
Sentuhan Arsitektur Sunda dan Keamanan Struktur
Kampung KDM menonjolkan konsep “Imah Sunda” dengan model rumah panggung. Penggunaan material kayu dan bambu yang berkualitas tidak hanya dipilih karena estetika, tetapi juga karena sifatnya yang lebih elastis dan adaptif terhadap getaran atau pergerakan tanah ringan.
“Kita membangun dengan filosofi lokal. Rumah panggung itu warisan nenek moyang kita yang paling mengerti kondisi alam Jawa Barat yang berbukit,” ujar Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi.
Suara Warga: “Mimpi yang Menjadi Kenyataan”
Bagi warga yang telah berbulan-bulan tinggal di hunian sementara (huntara), selesainya Kampung KDM adalah sebuah berkah besar. Salah seorang warga, Emak Isah (62), mengungkapkan rasa syukurnya dengan penuh haru.
“Alhamdulillah, Gusti… Emak tidak menyangka bisa punya rumah sebagus ini. Dulu rumah lama hancur rata dengan tanah, sempat bingung mau tinggal di mana. Sekarang tidurnya sudah bisa nyenyak, tidak takut lagi kalau hujan besar turun,” tutur Emak Isah sambil berkaca-kaca.
Hal senada diungkapkan oleh Pak Dadang, yang kini merasa lebih tenang memikirkan masa depan anak-anaknya. “Lingkungannya rapi, jalannya sudah dibeton, dan air bersihnya lancar. Ini jauh lebih layak dari rumah kami sebelumnya.”
Rincian Fasilitas Kampung KDM
Dengan anggaran Rp 10 miliar, kawasan ini tidak hanya sekadar deretan rumah, melainkan sebuah pemukiman terpadu yang dilengkapi dengan:
| Fasilitas | Deskripsi |
| Unit Rumah | Puluhan unit dengan desain seragam namun unik (khas Sunda). |
| Infrastruktur | Jalan lingkungan beton, sistem drainase anti-sumbat, dan talud pengaman. |
| Fasilitas Umum | Area terbuka hijau dan penerangan jalan yang memadai. |
| Sanitasi | Sistem pembuangan limbah dan pasokan air bersih yang terintegra |
Langkah Selanjutnya: Pemberdayaan Ekonomi
Setelah pembangunan fisik rampung, fokus selanjutnya adalah pemulihan ekonomi warga di lokasi baru. Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan pelatihan UMKM atau bantuan bibit pertanian agar warga Kampung KDM dapat mandiri secara ekonomi di lingkungan baru mereka.
Selesainya proyek ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat dan kepedulian yang tinggi, pemulihan pascabencana dapat dilakukan dengan cepat tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.










