Indonesia–AS Sepakati Kelanjutan Tarif Dagang, AS Dapat Akses Mineral Kritis RI

banner 468x60

Indonesia menyepakati kelanjutan kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat setelah sebelumnya tercapai perjanjian penurunan tarif impor AS. Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dengan Ambassador United States Trade Representative (USTR), Jamieson Greer.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa proses perundingan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan. Dari sisi Indonesia, sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan teh disepakati untuk dibebaskan dari pengenaan tarif resiprokal. Sementara itu, Amerika Serikat meminta timbal balik berupa pembukaan akses terhadap mineral kritis yang dimiliki Indonesia.

Usai pertemuan tersebut, Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati tenggat waktu penandatanganan perjanjian tarif dagang pada akhir Januari 2026. Perjanjian ini direncanakan akan ditandatangani langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Setelah proses legal scrubbing rampung, pemerintah menargetkan dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–Amerika Serikat dapat dirampungkan pada minggu ketiga Januari 2026.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dalam pertemuan dengan Ambassador Greer, Menko Airlangga mendorong penyelesaian seluruh isu utama maupun isu teknis dalam ART agar dapat disepakati kedua pihak. Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, kedua negara akhirnya mencapai kesepakatan atas seluruh isu strategis yang menjadi substansi dokumen ART, yang selanjutnya akan ditandatangani oleh kedua kepala negara.

“Kami telah melaksanakan pertemuan dengan Ambassador Jamieson Greer (USTR), dan alhamdulillah pembahasan berjalan sangat baik sehingga seluruh isu substansial dalam dokumen ART dapat disepakati,” ujar Airlangga. Ia menambahkan, kesepakatan tersebut merupakan puncak dari pembahasan teknis yang telah berlangsung cukup panjang sejak April 2025.

Sementara itu, Ambassador Jamieson Greer menyambut positif hasil pertemuan yang berlangsung bertepatan dengan dimulainya libur Natal di Amerika Serikat. Ia mengapresiasi komitmen dan semangat kedua pihak dalam mendorong percepatan penyelesaian kesepakatan tarif dagang tersebut.

“Hasil pertemuan ini menjadi hadiah Natal terindah yang akan membawa manfaat bagi kedua negara,” ujar Greer.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, Staf Khusus Menko Perekonomian Rizal Mallarangeng, serta Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Kemenko Perekonomian Irwan Sinaga.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *