SEMARANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pantura Jawa Tengah mengakibatkan sejumlah titik jalur rel kereta api terendam banjir pada Minggu (18/1). Akibatnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terpaksa melakukan rekayasa pola operasi, mulai dari pengalihan rute hingga pembatalan sejumlah perjalanan kereta api demi keamanan penumpang.
Banjir dilaporkan menggenangi jalur rel di beberapa titik krusial, dengan ketinggian air di atas kop rel yang tidak memungkinkan untuk dilalui secara normal.
Rekayasa Jalur Memutar
Untuk meminimalisir keterlambatan yang lebih parah, KAI mengalihkan perjalanan kereta api jalur utara (Jakarta – Semarang – Surabaya) menjadi memutar melalui jalur selatan.
- Rute Normal: Jakarta – Cirebon – Semarang – Surabaya.
- Rute Pengalihan: Jakarta – Cirebon – Purwokerto – Yogyakarta – Solo – Surabaya.
Pengalihan ini berdampak pada penambahan waktu tempuh sekitar 3 hingga 5 jam dari jadwal normal. Pihak KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang akibat kondisi alam tersebut.
Daftar Kereta Api yang Terdampak
Sejumlah kereta api unggulan dilaporkan mengalami keterlambatan signifikan, sementara beberapa KA lokal terpaksa dihentikan sementara. Berdasarkan data terkini, berikut adalah beberapa KA yang terdampak:
- KA Argo Bromo Anggrek (Relasi Gambir – Surabaya Pasarturi) – Dialihkan memutar.
- KA Sembrani (Relasi Gambir – Surabaya Pasarturi) – Dialihkan memutar.
- KA Kaligung & KA Blora Jaya – Beberapa jadwal dibatalkan atau hanya melayani rute parsial.
- KA Matarmaja – Mengalami keterlambatan akibat menunggu antrean jalur.
Kompensasi dan Layanan Penumpang
Sebagai bentuk tanggung jawab, PT KAI memberikan kompensasi kepada penumpang yang terdampak sesuai dengan regulasi yang berlaku:
- Service Recovery: Pemberian minuman dan makanan ringan bagi penumpang yang mengalami keterlambatan lebih dari 3 jam.
- Pengembalian Bea (Refund): Penumpang yang memilih membatalkan perjalanan dapat melakukan refund tiket sebesar 100% di loket stasiun.
- Moda Transportasi Alternatif: Di beberapa titik, KAI menyediakan bus untuk mengangkut penumpang ke stasiun tujuan yang tidak terdampak banjir (overstapping).
Upaya Normalisasi
Hingga saat ini, tim teknis dari PT KAI terus bersiaga di lokasi banjir untuk memantau penurunan debit air. Petugas juga melakukan penguatan pada bahu jalan rel dengan menggunakan karung pasir dan batu koral guna mencegah pengikisan (gogos).
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan jalur. Normalisasi akan segera dilakukan segera setelah debit air menurun di bawah ambang batas aman,” ujar juru bicara resmi PT KAI dalam keterangan persnya.
Saran Penumpang: Bagi Anda yang akan melakukan perjalanan hari ini, disarankan untuk memantau posisi kereta api secara real-time melalui aplikasi Access by KAI atau menghubungi Contact Center 121.










